
Thank you so much, dear Google.
You... Who are you?
Mungkin akhirnya aku mengerti kenapa gak banyak orang memilih kesehatan masyarakat sebagai impian kuliah mereka, cita-cita mereka.
Jadi anak kesehatan masyarakat gak segampang itu. Gak segampang yang diomongin.
"Kalian cuma belajar masyarakat, gak belajar individu secara satu-satu."
Oke kita belajar masyarakat. Tapi apa belajar tentang masyarakat seperti belajar individu? Kita belajar masyarakat harus bisa menggeneralisir suatu keadaan. Kalo ada satu orang yang punya kasus beda kita bakal sedih banget gak bisa bantu kasus beda ini.
Kita mungkin hanya belajar cara mencegah. Tapi tahukah kamu bahwa memberitahu masyarakat umum untuk menghindari penyakit ini dan itu, lebih mudah daripada kamu berkata soal langkah konkretnya.
Aku, memberi tahu keluargaku untuk menghindari kanker paru paru jauh lebih mudah daripada memberi tahu mereka untuk berhenti merokok.
Menghimbau mereka untuk menghindari diabetes jauh lebih mudah daripada menghimbau mereka untuk mengurangi konsumsi gula dan berolahraga.
Dan gak semua yang kita beritahu akan ditanggapi secara positif. Gak sedikit dari keluargaku yang malah berkata
"Kita kan sudah hidup bertahun-tahun dengan kehidupan seperti ini. Kalo ada perubahan malah kita bakal sakit."
Sebegitu sedihnya aku mendengar itu sampai aku berani mempermalukan diriku di depan mereka.
Masih banyak yang harus dipelajari. Hidup tidak sesulit itu. Masih banyak orang lain yang bisa dihimbau dengan respon positif. Kalaupun negatif, pasti ada cara untuk membuat seseorang lebih peduli dengan kesehatannya dan lingkungannya.
Semoga kesehatan masyarakat bisa bertahan hingga 20-100 tahun lagi. Jayalah di masa depan.
Gula. Kalo denger kata gula yang terbayang pasti manis. Entah gula yang warna merah atau yang putih. Atau yang halus atau yang cair. Semuanya manis.
Begitu juga kalo udah dibilang gula darah. Kebayangnya di dalam darah ada satu bagian manis yang membentuk substansi darah. Manis.
Tapi gak bakal manis jadinya kalo lo kena diabetes. Atau yang biasa disebut orang "gula darahnya tinggi" atau "kencing manis".
Belum sampe materi diabetes. Tapi otak ini udah mikir gimana caranya biar gak kena "penyakit gula". Parno banget jadinya.
Sebenernya karena keturunan juga sih. Eyang (nenek dari pihak ibu) mengidap diabetes. Diabetesnya kemudian memperparah penyakit sirosis hatinya hingga almarhumah meninggal tahun 2008. Ibu juga sekarang sedang sakit, walau aku gak tau sakit apa tapi aku tau ibu bawa keturunan penyakit gula and it can hurt her someday.
Then, me. Aku harus hentikan rantai berbahaya ini kalo gak mau anakku ikut menderita. Tubuh anakku akan terbentuk dari darahku. Jika darahku isinya gula, so then him/her. Atau kalo gak sekarang ya bisa nanti.
Intinya sih whatever you do, you have to control your sugar intake.
Jadi sejak beberapa bulan yang lalu aku mulai melihat komposisi, dan mengecek kadar gula di setiap tabel Informasi Nilai Gizi. Gak sulit kok, paling bikin kesel kasir aja soalnya lama banget di depan kulkas.
Keep healthy!
Pesan untuk Hari Kesehatan Dunia 7 April 2016